5 Perilaku Menyebalkan Pengguna Ponsel

Share on :
Penemuan smartphone atau ponsel pintar dengan segala fitur canggih, internet, dan kemudahan yang diberikan sedikit banyak mengubah perilaku para pekerja.

Kini tak perlu bertatap muka atau berlama-lama mengirim dokumen via pos; cukup menelepon dan mengirim data lewat ponsel. Sayangnya, di segala balik kemudahan yang diberikan banyak orang menggunakannya tanpa memikirkan etika dan tata krama.

“Kemajuan teknologi memberikan para pekerja alat bantu untuk meningkatkan produktivitas, tapi mereka juga meningkatkan kesempatan membuat gangguan kepada orang lain,” kata Dave Willmer, Direktur Eksekutif di Robert Half Technology. “Yang lebih buruk, alat-alat komunikasi canggih memberikan Anda satu cara lagi untuk bersikap kurang sopan kepada orang yang Anda ajak berkomunikasi, meski Anda tak bermaksud demikian,” imbuhnya.

Tanpa disadari Anda bisa melupakan etika menggunakan ponsel, terutama untuk keperluan bekerja. Hati-hati, perilaku menggunakan ponsel yang tidak baik akan membunuh perlahan citra profesional Anda. Seperti apa perilaku penggunaan ponsel yang tidak baik di kantor? Semoga Anda bukan termasuk pelakunya.

Raja dan Ratu SMS
Problem: Para penggila SMS tak akan peduli di mana dan dalam situasi apa dia harus membalas semua SMS yang masuk ke ponselnya. Saat presentasi, ia tak akan malu-malu meminta jeda waktu beberapa detik demi membalas SMS yang masuk. Saat rapat, meski matanya menatap pimpinan rapat, jari-jemarinya tak berhenti menari di atas keypad ponsel.

Solusi: Tinggalkan ponsel untuk saat-saat penting seperti rapat atau presentasi. Jika tak tenang tanpa ponsel, Anda harus bisa memilih, mana SMS yang harus segera dibalas, mana yang bisa ditunda. Jika tak enak hati menunda membalas SMS, Anda tinggal tambahkan pesan, “Maaf tadi saya sedang rapat....”

Pencandu Pesan Teks
Problem: Alih-alih bicara dengan bertatap muka, orang-orang ini memilih berkomunikasi melalui pesan teks, entah lewat SMS, e-mail, messenger, bahkan komentar di jejaring sosial. Masalahnya, tak semua hal bisa disampaikan dengan cara seperti itu. Untuk hal-hal penting dan mendesak, komunikasi secara langsung adalah cara terbaik. Tak selamanya lawan bicara bisa membaca dan langsung membalas pesan-pesan yang diterima.

Solusi: Daripada memenuhi kotak masuk pesan, lebih baik berkomunikasi langsung lewat telepon, terutama untuk hal yang sifatnya mendesak. Untuk mengurangi kebiasaan menggunakan pesan teks, gunakan fitur pesan teks seperlunya. Pilih fitur dan aplikasi yang paling banyak digunakan rekan-rekan kerja Anda. Buang saja akun dan aplikasi pesan yang terlalu banyak hingga menyebabkan kecanduan.

Si “Penyiar”
Problem: Bagian terbaik dari ponsel pintar, Anda bisa membawanya ke mana pun dan berkomunikasi kapan pun. Tapi ini jadi masalah, jika Anda, menggunakannya tanpa konsep waktu dan tempat yang tepat. Orang tipe “penyiar” akan menyampaikan kabar apa pun, kepada siapa pun, di mana pun. Tak masalah jika dalam jam kerja dan untuk berita superpenting. Jika tidak, bukankah akan terasa seperti teror?

Solusi: Pisahkan mana kabar penting, kurang penting, dan tidak penting. Ada baiknya memperhatikan atau menanyakan, sedang dalam kondisi apa lawan bicara Anda. Jangan sampai Anda mencerocos soal gosip tak penting sementara lawan bicara Anda sedang dalam perbincangan penting seputar pekerjaan.

Si “Tuli”
Problem: Si “tuli” akan berjalan dengan bluetooth headset atau earphone di telinga, menggenggam atau memencet-mencet ponsel, tak peduli dengan keadaan sekitar bahkan saat ada orang memanggilnya atau sedang bicara dengan orang lain.

Solusi: Memakai headset atau earphone sambil bicara dengan orang lain tak ubahnya menutup telinga ketika orang lain bicara.`Jangan biarkan orang merasa Anda hanya menebak-nebak apa yang sedang dibicarakan. Selain akan mengganggu kelancaran komunikasi, sikap seperti ini menyinggung perasaan lawan bicara. Bisa, kan, mencopot sebentar headset saat bicara dengan orang lain?

Miss dan Mr Ring Ring
Problem: Setiap saat setiap waktu, ponsel berdering. Dalam waktu 15 menit bicara dengan orang lain, setidaknya ia 5 kali mengangkat telepon dari orang lain.

Solusi: Sama seperti Raja/Ratu SMS, Anda harus bisa memilih mana panggilan telepon yang penting dan harus segera dijawab, serta mana yang bisa ditunda.

0 komentar:

Posting Komentar

Abis icip-icip artikel, Jangan lupa komentarnya ya gan ^_^

Blogsite dofollow nihh.. Powered by EdyPk Blog

 

Copyright © EdyPk blog - All Right Reserved.