Tampilkan posting dengan label DPR. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label DPR. Tampilkan semua posting

Peraturan Dibuat Untuk Dilanggar, Benarkah?

EdyPk Blog - Ironis bila seorang penguasa telah membuat sebuah peraturan yang harus dipatuhi oleh semua elemen, pada kenyataannya mereka sendirilah yang telah menyelewengkan dan melanggar aturan yang telah dibuat. Banyak sekali penegak hukum yang malah menjadi penghancur hukum. Mungkin dunia sudak terbalik ya. ahaha

Yang jadi pertanyaan besar dalam angan – angan. Apakah peraturan dibuat untuk dilanggar ?

Banyak sekali para pemimpin yang memanfaatkan sebuah peraturan demi kepentingan pribadinya. Dengan kekuasaan segala sesuatu dapat diperoleh dengan mudah tanpa memikirkan efek buruknya bagi orang lain. Sebaiknya kita berfikir sejenak. Akan sampai dimana hal ini terus berjalan ?

Ada peribahasa tak ada pesta yang tak usai. Tapi apakah harus yang pesta terus berpesta, sementara yang menangis karena lapar terus menangis. Kadang kita berfikir kapan semua itu akan berakhir, haruskan kita selamanya menjadi korban penguasa, haruskah kita selamanya menjadi kambing hitam.

Untuk sementara kita hanya bisa pasrah dan tidak dapat berbuat apa – apa. Biarlah hanya waktu yang menjawab semua itu. Dan kita harus yakin bahwa Tuhan tidak mungkin salah pilih, dan tidak mungkin membiarkan hambanya teraniaya.

Bertaubatlah wahai para penguasa yang sewenang – wenang ingatlah segala sesuatu yang kita perbuat akan kita pertanggung jawabkan.

Sekian dulu informasi Peraturan Dibuat Untuk Dilanggar, Benarkah?, semoga berguna.

Sentimen Pribadi vs Peraturan, Jagoan Mana?

EdyPk Blog - Peraturan dibuat agar sesuatu yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai dengan harapan. Siapakah yang membuat peraturan ? tentu saja peraturan dibuat oleh seorang penguasa atau pemimpin. Apa jadinya kalau dunia tanpa aturan ? Jangan harap deh. Hancur barang tu ahahaaa

Dalam hal menegakkan aturan, banyak sekali perubahan yang terjadi, ada yang dengan sengaja menyelewengkan, ada yang dengan sembunyi – sembunyi mengubah isi peraturan, ada yang mengatas namakan peraturan untuk mencapai tujuan pribadi.

Contoh nya pada sebuah perusahaan swasta ataupun BUMN. Banyak sekali peraturan yang dilandasi dengan sentiment pribadi. Seseorang dengan suka rela ingin memperjuangkan nasib rekan-rekan buruh, maka dibentuklah Serikat Pekerja. Karena aksinya yang dianggap menentang kebijakan perusahaan, maka dia diasingkan dan bahkan dengan berbagai cara dimasukkan ke penjara.

Mungkin karena mereka merasa memiliki banyak uang. Setelah aktifis tersebut masuk penjara, terang saja aktifitas anggota Serikat Pekerja terhenti dan lumpuh. Sedangkan di perusahaan tersebut masih ada seorang kakaknya dari si aktifis yang masuk penjara. Karena telah menganggap adiknya adalah seorang penghianat, maka sang Kakak mendapat efek yang lumayan besar.

Dalam hal yang bersifat kelalaian seolah-olah dibesar – besarkan, dalam hal perijinan dipersulit, dalam hal prestasi kerja dan perkembangan karier terhambat. Itu semata – mata bukan karena sang Kakak melanjutkan kegiatan adiknya ( menjadi aktifis ) tapi karena sakng benci nya pihak management kepada si aktifis, sehingga melampiaskannya kepada orang – orang terdekatnya.

Hal yang seperti itu bukanlah sebuah proses penegakkan aturan, tapi hanyalah sebuah sentiment pribadi seseorang kepada seseorang. Tentunya kita sudah banyak menemukan contoh lain dalam hal ini. Dal mungkin hal seperti ini akan terus terjadi dan terulang lagi di masa datang.

Sekian dulu informasi Sentimen Pribadi vs Peraturan, Jagoan Mana?, semoga bermanfaat ya.
 

Copyright © EdyPk blog - All Right Reserved.